Legenda Jembatan BAJARUM

 CERITA MISTIS JEMBATAN BAJARUM

Jembatan Bajarum terletak di wilayah jalan raya Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Jembatan ini menjadi salah satu titik yang paling sering dibicarakan karena sering terjadi hal-hal aneh dan juga sering menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. 

Konon, sebelum jembatan ini dibangun, lokasi tersebut adalah tempat yang dianggap angker dan merupakan wilayah kekuasaan makhluk halus. Ada yang menyebutkan bahwa daerah ini adalah jalur lintas para Jin atau Bunian yang menghubungkan dunia mereka dengan dunia manusia.

Ketika pembangunan jembatan dimulai, banyak pekerja yang mengalami kejadian aneh.

- Sering terdengar suara tawa wanita atau suara anak kecil bermain di sekitar lokasi saat tengah malam, padahal tidak ada siapa-siapa.

- Alat berat tiba-tiba mogok tanpa sebab yang jelas.

- Beberapa pekerja bahkan mengaku melihat sosok bayangan hitam berdiri di tengah sungai atau melayang di udara.

Hingga saat ini, banyak pengendara mobil dan motor yang mengaku mengalami hal mistis saat melintas di Jembatan Bajarum, terutama pada malam hari atau saat cuaca sedang hujan dan berkabut tebal.Dilihat tapi Tak Terlihat:

Ada pengendara yang merasa seolah-olah ditabrak atau disenggol oleh sesuatu, tapi saat dilihat ke belakang atau ke samping, tidak ada kendaraan lain. Ada juga yang merasa ada yang menahan laju kendaraannya agar berjalan lambat, padahal gas sudah ditekan penuh.

Banyak yang mengaku melihat sosok wanita berambut panjang, berpakaian putih atau kuntilanak, melayang di atas pagar jembatan atau berdiri di pinggir jalan meminta tumpangan. Jika pengendara berhenti atau menoleh, biasanya akan merasa pusing, mual, atau kendaraannya langsung mogok. 

Jembatan ini terletak di area jalan yang berkelok. Konon, makhluk halus di sana suka mempermainkan penglihatan manusia. Jalan yang lurus bisa terlihat berbelok, dan sebaliknya, sehingga sering menyebabkan pengendara kehilangan kendali dan menabrak pembatas jembatan

Nama "Bajarum" sendiri sudah melekat menjadi identitas tempat tersebut. Bagi warga lokal, menyebut nama tempat ini saja sudah membawa kesan seram dan misterius. Masyarakat percaya bahwa agar selamat melintas, kita harus mengucapkan salam atau permisi dengan sopan, agar tidak diganggu oleh penghuni sana.

"Siapa yang tak hormat, dia yang akan diganggu. Siapa yang sopan, dia akan dilewatkan dengan selamat."

Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati di jalan, menghormati tempat yang dianggap keramat, dan jangan pernah sombong atau berteriak-teriak saat melintas di tempat yang sepi dan mistis, karena kita tidak pernah tahu siapa saja yang "menemani" kita di sana.

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

Sebelum tulisan dipublikasikan kita proofreading,