Sang Pemburu (kutukan sang jin)

 Di sebuah desa hiduplah seorang pemburu, bersama anjingnya. Anjing tersebut milik seorang pemuda yang tinggal di daerah Danau Sembuluh kabupaten Seruyan. Suatu hari Pemburu sedang tertidur. 

Karena bosan menunggu pemburu tersebut, maka sang anjingpun pergi berkeliling kampung, sambil melihat-lihat buruannya. Anjing tersebut berjalan keluar kampung, sampai kemana arah kakinya melangkah, sampailah ia di hutan belantara. Anjing itupun merasa lelah dan kelaparan. 

Anjing pemburu, menengok kanan kiri, siapa tahu ada makanan yang bisa di makan. Tiba-tiba melintas di hadapan nya seekor anak babi gemuk. Enak sekali gumam sang Anjing, ".Diapun berniat untuk memangsa sang babi tadi. Dengan rasa lapar yang sudah dirasakan, Anjing mengejar babi tersebut. Babi kecil sudah merasakan diintai oleh sang Anjing, maka babipun melompat lari tak tentu arah. 

Anjing pemburu yang sigap terus mengejar babi tersebut, sampai babi itupun, merasa sudah tidak adalagi daya dan kesempatan. Mereka berkejaran sampai ke pinggir sungai. Mereka tidak tahu sejak tadi Jin penghuni sungai tersebut memperhatikan tingkahlaku mereka. Babipun merasa terdesak, dengan nekat babi itu menyerang anjing tersebut, sampai mereka tidak menyadari, Tiba-tiba Jin marah melihat sikap mereka berdua, dan saat babi itu mau menyerang Anjing, tiba-tiba tubuh mereka membeku, dan tidak bisa bergerak, dan akhirnya Jin itu berkata, ku kutuk kalian berdua menjadi batu anjing dan babi. 

Setelah itu, keduanya berubah menjadi baru anjing dan babi, yang mana batu tersebut bisa kalian lihat di daerah tepi sungai danau sembuluh. Sementara sang pemburu tadi mencari Anjingnya kesana kemari, sambil memukul kelontongan dan bertanya kepada orang-orang yang lalu lalang, apakah mereka melihat anjingnya. 

Orang-orang menjawab, kami tidak nampak sama Anjingmu itu. Akhirnya pemburu mencari sampai masuk hutan belantara, dan bertemu dengan Jin penunggu hutan tersebut, ada apa?apa yang kau cari Hai pemburu. 

Aku mencari anjingku, adakah kau nampak?, ""Tanya pemburu, " Pada seorang tukang kayu, yang tak lain adalah Jin tersebut, yang mengutuk anjingnya. Ketika si pemburu ingin bertanya ke pondok yang ada di hutan itu, Tiba-tiba dia melihat anjingnya, Jin tadi berubah menjadi anjingnya, dia memeluk anjingnya tersebut. 

Jin pun berulah seperti anjing pemburu, diapun setia menemani pemburu kemanapun. Namun pemburu jengkel, karena  anjingnya senang menggonggong, bila mengikutinya berburu, sehingga buruannya kabur. Pemburu marah dan kesal, dipukullah kepala anjingnya dengan menggunakan Palu balok kayu ulin. 

Anjingnya pun bersimbah darah dan mati. Darahnya muncrat sampai ke badan pemburu, setelah ia sadar, bahwa dia telah membunuh anjingnya. Melihat kejadian itu pemburupun kesal, diambilnya kampak tersebut dan membelah palu tadi, Tiba-tiba keluar cahaya dari dalam palu tersebut. 

Pemburu mengambil benda bercahaya tersebut dan memeganginya, nampak seperti sebutir telur, ternyata benda itu adalah intan. Sekian menit merenungi kejadian tersebut, pemburu bergumam dalam hati, "apakah hikmah dari kejadian ini. Akhirnya pemburu pulang ke rumah. 

Malam itu pemburu gelisah tak bisa tidur, dalam kegalauan ia pun tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi, bertemu orang tua berjenggot, dan berkata Hai pemburu, aku adalah anjing yang mengikutimu selama ini, aku adalah Jin penjaga hutan belantara yang ditugaskan menjaga intan yang ada di Palu mu itu. 

Anjingmu sudah berubah menjadi batu, dan mati karena ingin memakan babi yang sedang melakukan pertapaan. Akibatnya disambar petir dan mereka berdua menjadi batu anjing dan babi. Dan bisa kamu lihat keduanya di tepi danau sembuluh. Gunakanlah intan itu untuk kebaikan. Dan jangan sombong dan pelit. 

Keesokan harinya pemburupun segera mengumpulkan tulang bangkai anjing tersebut, dan dibuatkan sandung. Tetapi sandung itu selalu menggonggong ketika ada orang yang mau bertemu pemburu. Singkat kisah pemburu itu menjadi saudagar kaya raya, dan banyak temannya.

Setiap orang yang singgah ke rumah pemburu itu, selalu di gonggong, dan Tamu-tanu terkejut, dan merasa terganggu dengan gonggongan dari dalam sandung. Akhirnya sandung dari kayu ulin itu dicabutnya, dan direndamnya di pinggir sungai. Dan tidak ada lagi suara gonggongan Anjing lagi. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

DUKUH MANGGANA DAN IKAN TAMPAHAS THE LEGEND OF SERUYAN RIVER