Perebutan Intan Pusaka
Sepasang suami-istri raja dan ratu yang pada masa itu memimpin wilayah di daerah kota Sampit. Duduklah berdua, belum di karunia seorang anak pun. Kanda, "apakah kanda merasa kesepian, "tanya sang ratu. Bersabarlah dinda, " jawab sang raja. Kanda juga menginginkan belahan jiwa, penghibur hati.
Raja dan ratu, tidak luput berdo'a pada yang maha kuasa, agar segera diberikan keturunan. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, maka hal yang dinantikan jadi kenyataan, maka hamillah sang ratu. Raja sangat bahagia, karena sebentar lagi akan mendapatkan pewarisnya.
Ketika raja Lumuh, berbicara kepada kedua putra dan putrinya, Tiba-tiba balai tempat mereka berkumpul, memancarkan cahaya kebiru-biruan, memancarkan cahaya yang bisa menerangi kegelapan istana malam itu.
Raja pun berkata kepada anak-anaknya,"Hai anakku, sengaja aku panggil kalian berdua untuk menghadap ku, karena berhubungan dengan cahaya yang muncul tadi, cahaya itu adalah pusaka nenek moyang kalian.
Satu-satunya barang berharga di dunia, yaitu intan pus
Sembilan hari sembilan bulan, ratu pun melahirkan, bayi kembar putra dan putri, raja memberikan nama kepada sang putra dan putri Lumuh Langgana dan Lumuh Sumpit. Keduanya tumbuh besar dalam bimbingan sang raja. Raja dan ratu mendidik mereka dengan baik.
Lumuh Langgana dan Lumuh sumpit tumbuh menjadi remaja yang tampan dan cantik.
Sore itu sang raja duduk bersantai dengan kedua putra dan putri nya, Tiba-tiba cuaca mendadak menjadi gelap, dan hujan turun diikuti guntur dan kilat.
Saat kegelapan menutupi istana, maka muncullah cahaya kebiru-biruan, menerangi seluruh istana. Di balai penghadapan raja memanggil kedua putra dan putrinya.
Lumuh Langgana dan Lumuh Sumpit anakku, ya ayahanda, "sahut sang putri, sengaja ayah mengumpulkan kalian berdua untuk datang ke sini, ketahuilah wahai ananda berdua, bahwa benda yang bercahaya yang menerangi istana tadi adalah sebuah intan pusaka nenek moyang kita.
Intan pusaka ini adalah barang paling berharga di dunia ini, raja Lumuh peang pun membuka bungkusan tersebut dan mengeluarkan dari balik jubah yang dia pakai. Inilah intan Pusaka, benda termahal di dunia. Bentuknya seperti jantung pisang.
Lumuh Langgana pun bertanya, ayahanda, darimana dan bagaimana nenek bisa mempunyai benda ini?zaman dahulu nenek moyang kita sering berniaga, sampai keluar pulau Sampit, nenek moyang kalian raja Lumuh pasir senang berniaga, dan intan pusaka ini didapatkan dari hasil berniaga.
Karena raja Lumuh pasir sangat kaya raya dan banyak harta. Raja Lumuh peang adalah raja yang bijaksana, rakyat aman tentram dan makmur.
Raja Lumuh peang adalah raja yang penyabar, dia tidak merasa keberatan dengan urusan masyarakat dan kenakalan putra dan putrinya.
Lumuh Langgana menjadi putri yang cantik jelita, baik hati dan tidak sombong, berbeda dengan Lumuh Sumpit, yang nakal suka berpoya-poya dan sombong.
Suatu hari sang baginda merasakan kesedihan dan murung, tidak seperti biasanya, penuh keceriaan. Tetapi wajahnya dirundung kesusahan. Para pengawal bingung memperhatikan sikap sang raja yang tampak murung.
Apa sebenarnya yang dipikirkan sang raja, ucap salah satu pengawalnya.Melihat sikap dan kelakuan putra putrinya sang raja termenung, dalam hati dia berucap, "kapan aku bisa mengungkapkan rahasia ini, dan mampukah kedua putra dan putrinya menanggung tanggungjawab yang dibebankan nya kelak.
Pagi itu sang raja pun menyampaikan kepada kedua putra dan putrinya. Hai anakku, kalian yang amat ku sayangi, ada sesuatu yang hendak ayah sampaikan.
Kakekmu memberikan amanat kepada ayah, agar intan pusaka ini, tidak boleh dijual, pusaka ini harus dijaga sebaik-baiknya. Sebagai lambang kejayaaan Kerajaan kita.
Lumuh Langgana dan lumuh sumpit masih ternganga, melihat benda pusaka itu, anak-anakku ayah sudah tidak muda lagi saatnya kepemimpinan ini ayah serahkan kepada kalian berdua.
Karena Lumuh Langgana adalah anak pertama maka Kerajaan ini ayah amanahkan kepada kakakmu, sedangkan kamu Lumuh sumpit, akan membantu kakakmu mengurus Kerajaan.
Lumuh sumpit yang gagah dan tampan, hanya saja dia jarang bergaul dengan masyarakat. Lumuh sumpit hanya berangan-angan ingin menjadi pedagang yang sukses.
Lumuh sumpit dengan ambisinya, ingin menjual barang-barang ke daerah lain. Tak henti-hentinya ia bekerja keras siang dan malam.
Jika itu sudah menjadi keputusan Ayah, saya akan melaksanakan semua tugas yang akan diberikan kepada saya, " jawab Lumuh Lenggana.Baiklah ayah Lumuh Langgana akan menjaga amanah ayah.sedangkan lumuh sumpit, rupanya lumuh Sumpit kurang setuju dengan keputusan ayahnya.
Putri Langgana termenung dengan keputusan sang ayah, sambil menikmati malam melalui jendela kamarnya, ia ragu akan keputusan sang ayah. Dia merasa takut dan tidak punya keberanian untuk menanggung beban, mengurus Kerajaan.
Lumuh sumpit yang gagah dan tampan, dia sangat berambisi untuk menjadi pedagang, yang bisa menjual barang-barang ke daerah lain. Siang malam tak henti-hentinya dia bekerja.
Sementara urusan Kerajaan, tidak pernah ada dalam angannya. Kehidupan pedagang memanglah santai tanpa banyak yang dipikirkan, namun salah dalam perhitungan membuat pedagang bisa menanggung kerugian yang besar.
Lumuh sumpit pernah mengalami kerugian, namun kerugian itu tidak membuatnya gusar, dia tetap berusaha untuk meraih keuntungan. Suasana Kerajaan tampak legang dan ramai, orang terlihat lalu-lalang, seperti akan terjadi sesuatu,.
Lumuh Langgana, mondar-mandir, dengan hati yang was-was, karena siang itu lumuh sumpit memintanya untuk bertemu. Kesehatan sang raja akhir-akhir ini semakin menurun. Dan raja lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar. Raja sudah tidak mampu lagi melakukan aktivitas.
Lumuh Langgana memimpin Kerajaan sesuai amanah sang ayah, sedangkan lumuh sumpit lalai membantu kakaknya mengurus Kerajaan.
Bahkan hampir tidak pernah berada di istana. Melihat sikap sang adik, putri Lumuh Langgana kesal.
Saat sang raja dalam keadaan kritis, lumuh sumpit tidak tampak jua barang hidungnya.Karena terlalu lama sakit, akhirnya sang raja meninggal, seluruh Kerajaan berkabung,rakyatpun sedih, karena kehilangan raja yang baik.
Setelah raja meninggal, Lumuh Langgana meneruskan kepemimpinan di Kerajaan tersebut, sesuai amanah sang raja. Ia mengurus Kerajaan dengan baik, sementara lumuh sumpit yang diamanahkan untuk membantu, sama sekali tidak pernah terlibat dengan urusan istana.
Suatu hari lumuh Langgana memanggil semua pengawal istana, dia menyampaikan, bahwa istana akan ia pindahkan ke tempat yang baru. Beberapa pengawal yang mengikutinya dan beberapa pengawal masih di istana lama. Tiba-tiba datanglah lumuh sumpit dari perjalanan berdagangnya.
Ternyata lumuh sumpit tidak pernah mengalami keuntungan saat berdagang, dia selalu merugi dan kehabisan modal untuk berdagang. Sesampainya di istana, betapa terkejutnya mendengar kabar bahwa ayahnya sudah tiada, dan istana sudah dipindahkan.
Semua harta istana telah habis ia jual, Untuk modal berdagang, tetapi masih saja mengalami kerugian. Sampai-sampai tidak memiliki modal lagi.
Sementara lumuh Langgana dan istana barunya, tetap aman, damai dan sejahtera, tak lupa lumuh Langgana menyimpan intan pusaka pemberian sang ayah, dijaga dengan baik oleh putri lumuh Langgana.
Lumuh sumpit, yang sudah kehabisan akal untuk memulai perdagangannya kembali, karena selama dia berdagang tak pernah memiliki keuntungan sama sekali, usaha yang ia lakukan sia-sia.
Lama-lama seluruh harta Kerajaan habis terjual, hal tersebut sampai ke telinga putri Lumuh Langgana, dia marah dan kesal dengan sikap saudaranya.
Suatu hari muncullah niat busuk di hati lumuh Langgana, Dalam hati dia bergumam, "masih ada harta Kerajaan untuk modal usahanya, aku akan meminta kepada lumuh Langgana intan pusaka tersebut untuk modal usahaku, ucap Lumuh sumpit.
Lumuh sumpit pun menemui lumuh Langgana, kanda lumuh Langgana, aku merasa sikapmu sudah melampaui batas, memindahkan istana tanpa sepengetahuanku,ke atas perahu lagi.
Dinda lumuh sumpit, selama ini pernahkah kau membantuku mengurus istana? "tanya lumuh Langgana.Aku punya alasan tersendiri, jawab sang kakak, mari kita bicarakan masalah ini.
Tidak perlu, aku datang ke sini hanya untuk bertanya, kemana intan pusaka yang dititipkan kepadamu, Intan pusaka aman bersamaku, jelas sang kakak. Berikan padaku intan pusaka itu, aku butuh modal usaha, saat ini aku sedang mengalami kerugian.
Tidak lumuh sumpit, intan pusaka ini adalah warisan nenek moyang yang tidak boleh jatuh ke tangan orang lain.
Karena meminta dengan cara yang baik, tidak diberikan, maka lumuh sumpit pun menyusun siasat, dia memperhatikan sekeliling istana, dimana gerangan sang kakak menyimpan intan pusaka itu.
Lumuh Langgana, merasa ada kejanggalan dengan sikap sang adik, maka diam-diam dia menyimpan intan pusaka tersebut, dia membungkusnya dan membawanya keluar istana.
Lumuh sumpit diam-diam mengikuti sang kakak, lumuh Langgana, cepat serahkan intan pusaka itu, ucap lumuh sumpit. Sambil mengejar kakaknya, tidak lumuh Langgana, kalau kamu berani mengambil intan pusaka ini, akan aku lempar intan pusaka ini ke sungai, ancam lumuh Langgana.
Lumuh Langgana, cepat teriak lumuh sumpit, melihat gelagat sang adik, lumuh Langgana, menjadi ketakutan,perahu terasa oleng ke kiri dan kanan, malam itu rencana lumuh sumpit gagal untuk mendapatkan intan pusaka, karena lumuh Langgana sudah menjaga istana dengan ketat.
Namun lumuh sumpit tidak putus asa, dia berusaha mendapatkan intan pusaka itu dengan cara apapun juga. Lumuh Langgana diam-diam keluar istana dengan membawa intan pusaka tersebut. Dia mengikuti kemanapun lumuh Langgana bersembunyi, diam-diam dia mengikuti arah putri Langgana, dan akhirnya persembunyian itupun ditemukan.
Lumuh Langgana, cepat serahkan intan pusaka itu, ucap lumuh sumpit, "tidak akan pernah terjadi, kalau dinda berniat untuk merebutnya, aku akan melemparkan intan pusaka ini ke sungai itu, sambil mengangkat kedua tangannya, lumuh Langgana melemparkan intan pusaka itu ke sungai.
Lumuh sumpit mengejar lumuh Langgana, sampai ke istana dengan tubuh yang lemas tak berdaya, ia duduk bersandar di kursinya, belum nafasnya teratur, lumuh sumpit berteriak sekencang-kencangnya,
Lumuh Langgana, di mana intan itu, serahkan padaku, aku sudah tidak menyimpannya, "Jawab lumuh Langgana. Bohong," dimana kau simpan, "dengan mata penuh nafsu dan bernyala-nyala, lumuh sumpit menggoyang perahu istana lumuh Langgana.
Kalau kamu tidak mau mengatakan di mana kamu menyimpan intan pusaka itu, " Ancam lumuh sumpit, akan aku lepaskan tali perahu istana mu ini. Merasa dirinya tidak aman, maka lumuh Langgana, dan merasakan bahwa sebentar lagi dirinya akan mati.
Lumuh Langgana mengangkat kedua tangannya, dan berdo'a, memohon kepada sang Pencipta. Suaranya menggema di seluruh jagad raya.
"Oh Tuhanku, aku memohon padamu, kau penguasa alam jagad raya ini, dengan janji dan amanah ku kepada sang ayah untuk menjaga intan pusaka itu, hamba memohon padamu, kutuklah hamba, demi kebaikan semuanya, dan ampunilah dosa hambamu ini.
Tiba-tiba alam gelap gulita, petir menyambar, turun hujan deras dan bada, suara petir menggelegar seakan-akan menyetujui permohonan sang Raja, bersamaan dengan petir menggelegar, nampaklah asap mengepul mengenai perahu istana lumuh Langgana, perahu istana pecah berkeping-keping, dan tenggelam ke dasar sungai mentaya.
Setelah beberapa tahun kemudian, muncullah pulau di tengah sungai mentaya, oleh masyarakat setempat, diceritakan bahwa itu adalah jelmaan dari istana lumuh Langgana. Masyarakat Samuda dan Sampit menyebutnya pulau lepeh dan pulau hanaut.karena akibat dari perebutan intan pusaka tadi perahu istana pecah menjadi dua bagian.
Komentar
Posting Komentar