Pengembaraan di Sepan Biha

Sepan Biha merupakan sebuah nama desa di daerah kabupaten Seruyan. Yang mana merupakan saksi sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, Jepang dan Sekutu. 

Beberapa nama pejuang terpampang pada batu nisan yang gugur dalam perjuangannya dan pengembaraan dalam mempertahankan NKRI. 

Malam itu Hamdan dan para pejuang lainnya, bergerak lamban menuju lokasi, mereka Bergerilya menuju Seruyan sampai ke Hulu, untuk memperjuangkan kedaulatan negara Indonesia. 

Mereka bergerilya sampai ke desa yang bernama Sepan Biha, di sanalah mereka mengatur berbagai strategi untuk menghadapi para penjajah. 

Dibawah pimpinan kapten Mulyono, Hamdan, Hayan, Engkang, Markasan, Sillie Abdul Gani, Arsyad,Djamal,Dombe,Ohan,Rais, Ijum mamat, Djai Mamat, Djuki Mamat, Kamis Pandai, Mahat Nyahu, Pudji Lantai, Sagalang Latu dan Sabran. 
Mereka menyusun strategi peperangan di desa Sepan Biha. 

Maju terus pantang mundur ujar Hamdan penuh semangat. Dengan semangat berkobar membara demi kemerdekaan Seruyan dan Indonesia, tak memudarkan harapan mereka, walaupun terkadang mereka kehabisan bekal. 

Para pejuang tetap bertekad untuk menyelesaikan perjuangan, sampai titik darah penghabisan. Di Sepan Biha para pejuang ini tidak tidur, tidak makan, untuk melanjutkan perjalanan mereka. Impian mereka hanya satu, kemerdekaan Republik Indonesia. 
 
Dengan rasa cinta yang mendalam, 18 para pengembara ini melakukan pengembaraan, menyusun strategi dan siasat, malam hari berapikan ungun pemanas tubuh mereka, dalam keadaan waspada. 

Berjalan, bersembunyi, mengendap, mengintai musuh, dalam pengembaraan berbulan-bulan, para pembela negara ini, memberikan pengabdian yang luar biasa, sehingga bisa kita rasakan sampai saat ini.

Dengan membagi kelompok mereka bergerilya, mengecoh musuh, meluluhlantakkan musuh sampai ke akarnya. Perjuangan pasti menghasilkan hal yang sangat membanggakan.


Pesan penulis:Pahlawan memang sudah tiada, nama mereka sebagai pejuang tertulis di Tugu Sepan Biha. Bagi para pemuda Indonesia, berjuanglah dengan cara belajar dengan baik, karena saat ini musuhmu adalah dirimu sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

DUKUH MANGGANA DAN IKAN TAMPAHAS THE LEGEND OF SERUYAN RIVER