PENGANTAR TIDUR
1.Kisah si palui
Di sebuah desa, hiduplah seorang bernama bandit, orang-orang memberikan gelar si palui. Palui adalah sebutan untuk orang bodoh, pemalas dan konyol.
Suatu hari si Palui berangkat memancing, sedangkan hari itu ada kenduri di dua desa yang bertetangga dengan desa Palui.
Dalam hati Palui bergumam, aku mau pergi memancing dulu, nanti saja pergi ke kenduri. Palui pun berangkat menuju sungai. Berjam-jam dia memancing, tak satupun ikan mematuk kalinya.
Duh, 'perutku sudah keroncongan, ujar si palui. Aku mau ke kenduri dulu. Nampak bayangan makanan lezat oleh si Palui, hingga air liurnya keluar.
Berangkatlah dia ke desa tersebut, yang jaraknya lumayan jauh, alhasil sesampainya di sana pestapun berakhir. Si palui pulang dengan kecewa.
Kalau begitu aku berangkat dulu ke desa yang satunya lagi, ucapnya sambil berjalan kembali menuju desa yang kedua. Karena jarak yang ditempuh cukup jauh,sesampainya di sana pun, pesta sudah berakhir.
Si palui pulang dengan kecewa, memancing ikan tak dapat, kenduri tak sempat makan, malang benar, akhirnya pulang dengan perut keroncongan. Tamat
2.Burup pipit menangis
Pada zaman dahulu, hiduplah dua yatim piatu, kakak beradik, yang bernama dayang dan kameloh. Mereka hidup berdua saja. Orang tuanya meninggal saat terjadi wabah penyakit, menyerang desa.
Dayang dan kameloh, hidup dari berladang menanam sayuran, dan tanaman lainnya. Suatu hari Dayang pergi ke ladang mencari sayur, dan kebutuhan kakak beradik.
Kameloh sang adik, tinggal di pondok sambil menanak nasi.Sambil menunggu kakaknya pulang dari mencari sayur-sayuran, kameloh duduk di depan pintu rumahnya, dengan kaki berjuntai, sambil melihat kawanan burung pipit yang memakan padi di hamparan ladang.
Orang-orangan sawah digoyang-goyang,untuk mengusir burung pipit. Burung pipit terbang berhamburan di udara. Seolah-olah mengejek kameloh.
Sesampainya di ladang Dayang memetik berbagai macam sayur-sayuran, Tiba-tiba Dayang melihat ada telur burung pipit di Sarang, sebanyak 10 biji. Dayangpun berkata dalam hati, ''hmm cukup untuk makan aku dan kameloh. Enak sekali rasanya kalau direbus, '' ucap Dayang.
Telur pun dipindahkan ke keranjang, dirasa cukup,maka Dayang pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, di sambut oleh kameloh, dengan bahagia.
Dayang membersihkan sayur-sayuran dan memasak telur, dan siap untuk mereka santap. Setelah semua sudah disiapkan,mereka kakak beradikpun makan dengan nikmat sekali, tak mereka sadari bahwa ada seorang ibu yang kehilangan calon anaknya.
Burung pipit pun, kembali ke sarang, sesampainya di sarang, dia menemukan telur-telurnya hilang. Burung pipit menangis sampai air matanya menyebabkan banjir besar.Sambil menangis burung pipit berucap"Pitpitai di mana telur ku tai Dayang, disantap Dayang menabas,dipucuk balangkasua hu.hu.hu.hu.berulang kali dia menangis, sampai dukuh tempat tinggal Dayang dan kameloh kebanjiran.
Rumahnya pun habis hancur di landa banjir, mereka berdua hanyut entah di mana berada. Mereka hanya menemukan batang gelonggongan yang besar, dan ada lobang di tengahnya. Mereka berdua tinggal di dalam batang pohon tersebut.
Suatu malam pangeran dan punakawan sedang berburu dan menombak ikan, sang pangeran ternyata kebelet buang air kecil, mencari jamban ke sana kemari, tidak ada, terlihatlah oleh Pangeran lobang pohon tadi, akhirnya dia kencing di sana.
Merekapun berlalu,dari sana dan melanjutkan perburuannya. Suatu pagi Kameloh keluar dari lobang batang tersebut, dan mengira sedang hujan. Diambilah air kencing pangeran tadi untuk diminumnya.
Terasa asin, " Ucapnya dalam hati. Hari berganti hari, setelah meminum air kencing pangeran, Kameloh jatuh sakit, dan mendadak perutnya membengkak bagaikan orang hamil 9 bulan. Ternyata setelah kakaknya Dayang melihat sang adik, merasa kasihan, bagaimana ini dinda? "Ucap Dayang.
Dinda hamil tidak tahu siapa bapaknya, harus bagaimana kita berdua menghidupi bayi ini nanti.Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan,akhirnya Kameloh melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan.
Dinda, bayinya tampan sekali, ucap sang kakak. Biarlah kita berdua menghidupi bayi ini. Suatu malam datanglah kembali pangeran bersama punakawan, mereka pergi berburu dan menombak ikan.Sambil melepas lelah mereka duduk di atas pohon.
Lamat-lamat mereka berdua mendengarkan suara bayi menangis dan suara orang berbicara, keduanya bingung di mana orang-orang itu. Ketika mereka menoleh ke batang, ternyata di dalam lobang batang besar ada kehidupan manusia.
Entah berapa lama mereka hidup di situ,kemudian pangeran dan punakawan menanggil kedua kakak beradik itu. Dan mereka terkejut, kedua gadis itu adalah anak dari Kerajaan Yang terkena wabah penyakit, yang mana seluruh penduduknya tidak ada yang selamat.
Akhirnya mereka diboyong oleh Pangeran ke Istana antah berantah, dan kameloh pun menikah dengan sang pangeran, dan mereka hidup bahagia. Tamat
3.Sandah wanita sombong
Ada sebuah kisah, di sebuah desa, yang bernama Campaka, ada seorang gadis muda cantik dan molek. Dia menjadi rebutan para pemuda desa,
Sandah memang cantik, tetapi dia sangat sombong, dan mengagungkan kecantikannya,dia memamerkan kepada semua orang dan para pemuda desa.
Sayangnya wajah cantik tidak diikuti oleh perangai yang cantik juga. Sandah kasar, kata-katanya selalu tidak pantas. Dan banyak yang tidak senang bergaul dengannya.
Suatu hari ada seorang pemuda melamarnya, namun pemuda itu sangat miskin sekali, sandah menolak dengan kata-kata yang kasar. Sehingga pemuda tersebut sakit hati. Suatu malam Sandah bermimpi, sekujur tubuhnya penuh nanah dan koreng.
Ketika dia terbangun dari tidurnya, Sandah melihat tubuhnya sudah ditumbuhi penyakit aneh. Orang tuanya sakit hati melihat penyakit yang dideritanya. Berbagai pengobatan dilakukannya, namun tidak membuahkan hasil.
Sampai suatu malam orang tuanya bermimpi, bertemu dengan pemuda yang melamar Sandah, dalam mimpinya pemuda itu berkata, kalau ingin sembuh, temuilah aku di gua di tepi sungai.
Terbangunlah sang ibu, dari mimpi, dan keesokan paginya,dia menyampaikan kepada Sandah agar melakukan perjalanan mencari sebuah gua tersebut.
Namun malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih,dalam perjalanan Sandah meninggal dunia, dan penyakit kulitnya tak dapat diobati. Dikuburlah Sandah di dekat gua yang ditunjukkan oleh pemuda tersebut. Akhirnya Sandah menjadi kisah, yang terlupakan. Tamat
4.SANGOMANG
Pada zaman dahulu, di daerah pedalaman Kalimantan Tengah, terdapatlah sebuah desa yang sangat terkenal, Desa ini diapit oleh dua buah pegunungan, dengan hamparan hijau yang luas, dikelilingi hutan belantara yang lebat.
Di sana terbentang suasana alam yang asri, air sungai yang jernih ada di sebelah timur dan hampao luas ladang petani, itulah desa Rawi namanya.
Sebuah desa yang subur, penduduk yang makmur. Dengan keramah tamahan merupakan ciri khas masyarakat desa Rawi. Mereka suka menolong, membantu orang lain yang kesusahan. Hidup mereka sangat harmonis, dengan keadaan desanya maka desa rawi sangat terkenal.
Terdapatlah seorang pemuda yang gagah, kharismatik, pemberani dan baik hati, tubuhnya yang tegap, dan rambutnya panjang sebahu. Bermata sipit dan berkulit putih. Sangumang adalah pemuda yang rajin.
Sangumang hidup bersama ibunya, yang sudah tua renta, di sebuah rumah panggung. Sangumang yang memiliki tubuh yang tetap dan kuat. Yang selalu menolong terhadap yang
lemah. Pemuda gagah itu bernama Sangumang. Ia hidup bersama ibunya yang sudah tua di sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin dengan ukuran 5 x 7, atapnya dari kayu ulin yang dipotong kecil dan tipis seperti karton. Oleh masyarakat setempat kayu olahan tersebut dijadikan atap rumah yang diberi nama atap sirap Dindingnya dari kayu Benuas yang semuanya itu diambil dari hutan sekitar desa itu. Sedangkan ayahnya sudah meninggal sejak ia masih kecil.
Sangumang seorang pemuda yang rajin. Setiap hari ia mengambil air di sungai dan mencari kayu di hutan untuk keperluan sehari-hari. Ia bekerja keras tak kenal lelah membantu ibunya yang sudah tua. Sangumang sangat senang mencari ikan di danau atau sungai yang terdapat di sekitar desanya. Ia suka memancing,
memasang bubu, dan menjala ikan. Ia memiliki kelebihan dapat berbicara dengan binatang. Karena kelebihannya inilah, banyak orang yang senang berteman dengannya.Ia juga tidak segan-segan membantu orang yang membutuhkan pertolongan, karena sejak kecil
Sangumang dididik ibunya untuk menolong sesama terlebih kepada binatang yang lemah. Sangumang merupakan orang yang sangat baik hati, dia memiliki kekuatan super. Dia bisa mengangkat batu besar.
5.BURUNG HARUWEI
Komentar
Posting Komentar