Leniri si ikan patin(asal mula ikan patin kalimantan)

 Pada zaman dahulu, terdapat sebuah kisah di daerah kalimantan tengah, seorang pemuda yang hidup sendiri. Dia sangat miskin dia menjalani hidupnya sendiri, tanpa istri, sanak dan saudara. 

Suatu sore labin pergi memancing, namun tak satupun ikan yang berhasil dia pancing. Labin memutuskan untuk pulang ke rumah, walaupun nanti malam tidak punya lauk untuk makan. Namun ketika dia hendak pulang ke rumah, seekor ikan besar mematuk umpan di kalinya. 

Sesampainya di rumah pemuda tadi ingin memasak lauk untuk makan malamnya, ketika hendak mengambil pisau, ikan tersebut berubah menjadi seorang bayi yang cantik. 

Labin bingung bagaimana caranya mengurus bayi ini, dan menyusuinya. Karena seumur hidupnya tidak pernah mengurus bayi. Labin belajar mengurus bayi secara perlahan, mulai dari memandikan, menidurkan, menimang-nimang, dan menghiburnya saat menangis. Bayi cantik itu dia beri nama Leniri. 

Labin membesarkan Leniri dengan cinta dan kasih sayang, mendidiknya berbagai macam ilmu pengetahuan, labin juga sering mengajak Leniri ke hutan mencari kayu bakar, sayur dan lauk pauk. 

Leniri tumbuh menjadi gadis yang cantik, baik, berbudi, dan penurut, serta rajin membantu ayahnya. Leniri kini menjadi dambaan para pemuda di desanya. Pada suatu hari datanglah pemuda ingin melamar Leniri, namun sang ayah tidak serta merta menerima lamaran tersebut. 

Karena labin tidak ingin Orang tahu bahwa anaknya yang cantik adalah jelmaan ikan patin. Dia tidak ingin asal usul anaknya diketahui orang. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya lain menerima lamaran pemuda tersebut. Dengan syarat tertentu. Labin menyimpan rahasia tersebut dalam dirinya.Dengan syarat Sambun tidak mengungkap asal usul istrinya seekor ikan patin. 

Labinpun menerima lamaran Simbun si pemuda desa. Leniri dan Simbun hidup bahagia, dan dikaruniai anak laki-laki yang tampan bernama Ari. 

Suatu hari Leniri meminta suaminya untuk menjaga anaknya yang sedang tidur, karena dirinya hendak mencuci pakaian dan menjemur pakaian. Leniri belum pulang menjelang hari sudah siang,Simbun marah karena Leniri belum pulang dan berniat menyusul,dia berhenti karet mendengar tangisan Ari yang terbangun dari tidurnya dengan keras. 

Saking marahnya Simbun, maka terucaplah kata"dasar ibumu keturunan ikan, kalau sudah ke sungai bertemu air pasti senang dan tidak mau pulang.Leniri yang telah kembali dari mencuci pakaian tadi sedih dan menangis, dia tidak menyangka suaminya telah melanggar janjinya, untuk tidak mengucapkan kata-kata yang membuat takdir mereka berubah. 

Sambun telah melanggar janjinya, untuk tidak mengungkapkan asal usulnya, dalam keadaan apapun. Leniripun masuk ke dalam rumah, dan berpesan kepada suaminya agar menjaga anaknya dengan baik. Leniri akhirnya kembali ke sungai dan berubah menjadi ikan Patin kembali, karena sumpah yang dilanggar oleh suaminya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

DUKUH MANGGANA DAN IKAN TAMPAHAS THE LEGEND OF SERUYAN RIVER