Legenda kota besi dan besei kambe(kotawaringin Timur)
Dahulu kala di sebuah desa bernama Kota Besi, Kota Besi merupakan kelurahan yang berada di daerah kotawaringin Timur. Kota Besi ini penuh dengan cerita mistik. Berdasarkan legenda sering kali masyarakat daerah sungai Cempaga yang menghubungkan kota besi dan sungai mentaya sering mendengar orang menggunakan sampan atau besi, dengan suara gaduh. Kejadian tersebut seperti tengah malam, banyak orang berbicara, tapi seperti tidak ada manusia.
Besei Kambe adalah legenda mistik dari daerah kalimantan tengah,yang mana besei Kambe itu cerita para hantu yang menggunakan besei.Para hantu tersebut menggunakan besei beranggotakan 5 orang, dan mendayung dengan sangat kuat dan berlawanan arah, sampai besei nya terbelah.
Suatu malam seorang pemuda turun ke Sungai, sekitar jam 02.00 Tengah malam, dia melihat kawanan mahluk menyerupai hantu, menaiki sampan. Dengan tubuh gemetar, dia bersembunyi dibalik jamban untuk melihat hantu yang menaiki besei. Anehnya mereka mendayung dengan arah yang berlawanan.
Suatu ketika, saat warga kampung mengadakan acara ritual adat, terdengar suara keributan di sungai. Warga melihat adanya makhluk halus mendayung perahu dengan gaduh.
Kambe tersebut mendayung dengan arah yang berlawanan hingga jukung yang mereka terbelah. Para makhluk halus itu menggunakan jukung dengan cara membesei dengan posisi berlawanan arah,masing-masing makhluk halus menggunakan kekuatannya untuk mendayung, dan pada akhirnya perahu tersebut terbelah.
Warga berlari ketakutan, melihat kejadian tersebut, dan juga pemuda yang masih bersembunyi dibalik jamban, merasa heran, mengapa mereka duduk saling membelakangi, itu tampak terlihat masing-masing, memegang sebuah dayung, yang seakan-akan dengan dayung tersebut mereka ngotot ingin mengarahkan perahu yang tunggangi menuju ketujuan masing-masing, dua orang menggunakan jukung tapi tujuan berbeda, ada yang mau ke Hulu dan yang mau ke Hilir.
Melihat kejanggalan tersebut sang pemuda semakin takut, mulutnya Ternganga melihat kejadian tersebut,tiba-tiba terdengar suara keras seperti suara pengeras suara, satuuu, duaaa, Tigaaa, mulai . .... Sontak sang pemuda tersebut kaget, hmmm mengapa mereka mendayung berlawanan arah,si pemuda bergumam.
Mengapa mereka mendayung dengan arah yang berbeda? Jadinya perahu seperti maju mundur, dan mengapa mereka duduk berlawanan arah? Tampak ada yang seperti mau mendayung dayungnya dengan kuat dan cepat menuju kedepan.
Hmmm, karena cara dayung mereka yang berlawanan, jadinya perahu terlihat maju mundur, maju seolah-olah bingung, maju kearah mana yang dituju. Perahu itu sendiri terlihat oleng ke kanan dan ke kiri karena kuatnya hentakan dayung yang dikayuh sehingga meninggalkan gelombang yang tak beraturan disekeliling.
Namun dalam hitungan detik yang lumayan durasinya, Tampak orang-orang tersebut dengan posisi berlawanan terlihat kelelahan dan memperlambat gerak mendayung dayungnya. Terlebih dayung yang digunakan tanpa disadari patah karena kuatnya tenaga mendayung.
Sedangkan kedua mahkluk tersebut yang sedang mendayung ke Hulu, tampak kian menggila hingga membuat perahu terlihat maju mulus dua tiga meter kedepan. Seiring dengan terdengarnya sorak-sorai dari kerumunan orang yang berjejal hari pun masuk subuh, sang pemuda terbangun masih di dalam Jamban. Ternyata sang pemuda tersebut menyaksikan perlombaan di alam ghaib oleh para hantu, dengan menggunakan jukung.
Pesan moral:selain adu kekuatan, harus ada kebersamaan, dan kekeluargaan, meskipun seringkali jukung patah atau karam. Karena kuatnya tenaga.
Komentar
Posting Komentar