MAKNA MINUM SUSU DI AWAL BULAN MUHARAM
TradisiTradisi Minum Susu di Malam 1 Muharam: Antara Budaya dan Syariat
Awal tahun Hijriah selalu menjadi momen refleksi bagi umat Islam. Di beberapa daerah, muncul tradisi unik: minum susu di malam 1 Muharam. Meski sederhana, tradisi ini menyimpan makna simbolik yang menarik untuk dibahas.
Sejarah Tradisi
Tradisi ini berawal dari kebiasaan ulama Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, yang membagikan susu putih kepada murid-muridnya setiap awal tahun Hijriah. Susu putih dipilih karena melambangkan kesucian hati, kebersihan jiwa, dan harapan kebaikan di tahun baru.
Dari Makkah, kebiasaan ini menyebar ke berbagai komunitas Muslim, termasuk di Indonesia.
Pandangan Islam
Tidak ada hadis sahih yang menyebutkan minum susu pada malam 1 Muharam sebagai ibadah khusus.
Tradisi ini bukan sunnah Nabi, melainkan bentuk tafa’ul optimisme menyambut tahun baru.
Kaidah fikih “Al-‘adah muhakkamah” menegaskan bahwa adat boleh dijadikan pertimbangan hukum selama tidak bertentangan dengan syariat.
Selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama, tradisi ini boleh dilakukan sebagai simbol doa dan harapan.
Makna Simbolik
Kesucian hati: warna putih sebagai tanda
membuka lembaran baru.
Harapan keberkahan: susu sebagai simbol rezeki halal dan menyehatkan.
Kebersamaan umat: mempererat silaturahmi di awal tahun Hijriah.
Agar Tidak Salah Paham
Jangan menganggap minum susu di malam 1 Muharam sebagai ibadah wajib.
Anggaplah sebagai tradisi budaya Islami yang bernilai positif.
Fokus utama tetap pada doa awal tahun, introspeksi diri, dan memperbaiki amal.
Penutup
Tradisi minum susu di malam 1 Muharam adalah warisan budaya ulama, bukan syariat yang harus ditaati. Islam memandangnya sebagai bentuk optimisme dan doa baik, selama tidak diyakini sebagai kewajiban.
Dengan pemahaman yang tepat, tradisi ini bisa menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat menyambut tahun baru Hijriah.
"SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARAM"

Komentar
Posting Komentar