MENGGALI JEJAK DAN MEWARISKAN NILAI KEHIDUPAN MELALUI TULISAN BIOGRAFI DAN AUTOBIOGRAFI
Jumat malam Sabtu 22 Mei 2026,KBMN PGRI 34 Pertemuan ke 15 dengan judul materi menulis buku Biografi dan Autobiografi. Dengan nara sumber bunda LELY SURYANI. S. Pd SD dan moderator:Aam Nur hasanah. S. Pd.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam literasi dan selamat malam. Perkenalkan saya Nani Suryani. S.Pd.I. Gr dari Kabupaten Seruyan, kecamatan Seruyan hulu tepatnya di desa 3T Tumbang Darap.
PENDAHULUAN
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul kembali dalam kegiatan belajar menulis ini, dalam keadaan sehat walafiat dan penuh semangat. Pada pertemuan kali ini, kita akan menelaah dan mendalami satu materi yang sangat menarik, bermanfaat, dan memiliki nilai sejarah serta inspirasi yang tinggi, yaitu mengenai Biografi dan Autobiografi.
Dalam dunia kepenulisan, kita mengenal berbagai jenis karya tulis. Ada karya yang lahir dari imajinasi dan khayalan penulis, yang kita kenal sebagai karya fiksi. Namun ada juga karya tulis yang disusun berdasarkan kenyataan, fakta, dan kejadian nyata, yang disebut sebagai karya nonfiksi. Salah satu bentuk karya nonfiksi yang paling dekat dengan kehidupan kita dan sangat berharga untuk ditulis adalah tulisan riwayat hidup seseorang, yang terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu Biografi dan Autobiografi.
Kedua jenis tulisan ini sama-sama menceritakan perjalanan hidup seseorang, mulai dari kelahiran, masa kecil, perjuangan, tantangan yang dihadapi, keberhasilan yang diraih, hingga jejak atau manfaat apa yang telah diberikan orang tersebut bagi lingkungan maupun bangsanya. Tulisan semacam ini bukan sekadar rangkaian cerita masa lalu, melainkan warisan berharga yang berisi nilai-nilai keteladanan, semangat juang, serta pelajaran hidup yang bisa diambil dan diteladani oleh generasi penerus.
Meskipun sekilas terlihat sama karena sama-sama mengisahkan riwayat hidup, namun sebenarnya Biografi dan Autobiografi memiliki perbedaan yang sangat mendasar, baik dari segi penulis, sudut pandang, cara penyajian, maupun sifat isi tulisannya. Memahami perbedaan keduanya sangatlah penting bagi kita para penulis, agar kita dapat menempatkan bentuk tulisan yang tepat, menulis dengan kaidah yang benar, dan menghasilkan karya yang berkualitas, akurat, dan bermanfaat.
Melalui uraian materi ini, marilah kita sama-sama mempelajari dan menggali lebih dalam mengenai pengertian, ciri-ciri, serta perbedaan mendasar antara Biografi dan Autobiografi, sehingga wawasan kita bertambah luas dan semakin memacu semangat kita untuk terus berkarya dan menuliskan hal-hal yang bernilai guna.
ISI MATERI: PERBEDAAN BIOGRAFI DAN AUTOBIOGRAFI
A. PENGERTIAN DASAR
Sebelum masuk ke pembahasan perbedaan, terlebih dahulu kita perlu memahami makna dari masing-masing istilah tersebut agar kita memiliki landasan pemahaman yang sama.
1. Pengertian Biografi
Kata “Biografi” berasal dari gabungan dua kata bahasa Yunani, yaitu Bios yang berarti “hidup”, dan Graphien yang berarti “tulisan” atau “gambaran”. Secara harfiah, biografi berarti tulisan yang menguraikan tentang kehidupan seseorang.
Secara istilah, Biografi adalah kisah atau riwayat perjalanan hidup seseorang yang ditulis atau diceritakan oleh orang lain. Penulis biografi disebut sebagai penulis eksternal, artinya ia bukanlah tokoh utama yang diceritakan di dalam tulisannya. Ia berdiri sebagai pihak ketiga yang mengumpulkan berbagai informasi, fakta, data, serta bukti-bukti mengenai kehidupan seseorang, lalu menyusunnya menjadi sebuah rangkaian cerita yang utuh, menarik, dan informatif. Tokoh yang ditulis dalam biografi bisa berupa tokoh publik, pahlawan, pemimpin, ilmuwan, seniman, maupun orang biasa yang dianggap memiliki kisah hidup yang berharga untuk diketahui orang banyak.
Intinya, dalam biografi kita membaca kisah hidup orang yang ditulis oleh orang lain. Contohnya: Buku kisah hidup Ki Hajar Dewantara yang ditulis oleh sejarawan, atau buku perjalanan hidup Bapak Presiden Soekarno yang ditulis oleh penulis buku.
2. Pengertian Autobiografi
Sama halnya dengan biografi, kata “Autobiografi” juga berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari tiga kata, yaitu Auto (sendiri), Bios (hidup), dan Graphien (tulisan). Jika digabungkan, artinya adalah tulisan tentang hidup yang ditulis sendiri.
Secara istilah, Autobiografi adalah riwayat hidup atau kisah perjalanan hidup seseorang yang ditulis, diceritakan, atau disusun oleh orang itu sendiri. Penulis autobiografi sekaligus merupakan tokoh utama yang diceritakan di dalam karyanya. Ia menceritakan apa yang ia alami, rasakan, pikirkan, dan lalui sepanjang masa hidupnya, mulai dari masa kecil, masa remaja, masa perjuangan, hingga masa-masa yang dilaluinya saat tulisan itu dibuat.
Sumber utama dari tulisan ini adalah ingatan, pengalaman pribadi, catatan harian, serta dokumentasi yang dimiliki oleh penulis itu sendiri. Di sini, kita seolah-olah diajak mendengarkan orang tersebut bercerita langsung mengenai hidupnya dari sudut pandang matanya sendiri. Contohnya: Buku catatan perjalanan hidup yang ditulis langsung oleh Ki Hajar Dewantara, atau buku memoar yang ditulis langsung oleh seorang tokoh.
B. PERBEDAAN MENDASAR BIOGRAFI DAN AUTOBIOGRAFI
Perbedaan antara kedua karya ini sangat jelas dan dapat dilihat dari berbagai sisi, mulai dari siapa yang menulisnya, cara bercerita, hingga isi dan sifat tulisannya. Berikut adalah rincian lengkap perbedaannya:
1. Dilihat Dari Segi Penulis
- Biografi: Ditulis oleh orang lain. Penulis adalah pihak luar yang tidak terlibat langsung dalam kejadian-kejadian yang dialami oleh tokoh. Penulis bertugas sebagai pengumpul data dan penyusun cerita.
- Autobiografi: Ditulis oleh diri sendiri. Penulis adalah tokoh utama yang menjadi inti cerita. Ia menceritakan kisah hidupnya sendiri untuk dibaca orang lain.
2. Dilihat Dari Sudut Pandang Penulisan
- Biografi: Menggunakan sudut pandang orang ketiga. Dalam tulisannya, penulis akan menggunakan kata ganti “Dia”, “Beliau”, “Ia”, atau menyebut nama tokoh secara berulang. Contoh: “Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta. Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga bangsawan…”
- Autobiografi: Menggunakan sudut pandang orang pertama. Penulis menggunakan kata ganti “Saya”, “Aku”, atau “Beta”. Contoh: “Aku lahir di Yogyakarta. Aku tumbuh dalam lingkungan keluarga bangsawan…”
3. Dilihat Dari Sifat dan Sumber Isi Tulisan
- Biografi: Bersifat Objektif dan Fakta. Isinya disusun berdasarkan data nyata, bukti sejarah, wawancara dengan orang terdekat tokoh, dokumen, arsip, atau catatan masa lalu. Penulis berusaha menyajikan apa yang ada sesuai kenyataan, meskipun ada sedikit sentuhan penulis dalam pengemasan cerita. Isinya lebih banyak menyoroti peran, karya, dan pengaruh tokoh di masyarakat.
- Autobiografi: Bersifat Subjektif dan Pribadi. Isinya sangat kental dengan perasaan, pendapat, pandangan pribadi, harapan, ketakutan, dan rahasia hati tokoh. Sumber utamanya adalah ingatan dan pengalaman diri sendiri. Di sini pembaca bisa mengetahui apa yang dipikirkan dan dirasakan tokoh di dalam kejadian tertentu yang mungkin tidak diketahui orang lain. Namun, ada kemungkinan isi tulisan ini dipengaruhi oleh ingatan atau keinginan penulis untuk menonjolkan sisi baik dirinya.
4. Dilihat Dari Kedalaman Cerita
- Biografi: Cerita lebih banyak mengungkap sisi luar dari tokoh tersebut. Kita mengetahui apa yang dilakukan, apa yang diciptakan, dan bagaimana perjalanan hidupnya secara umum. Namun, ada sisi-sisi pribadi atau perasaan mendalam yang mungkin tidak terungkap karena penulis tidak mengetahuinya.
- Autobiografi: Cerita masuk jauh ke dalam sisi terdalam dan paling pribadi tokoh. Segala rasa bahagia, sedih, kecewa, keberhasilan, hingga kesalahan yang pernah dilakukan dapat diceritakan secara rinci dan jujur, karena datang langsung dari hati sanubari penulisnya sendiri.
5. Dilihat Dari Gaya Bahasa Penulisan
- Biografi: Bahasa yang digunakan bersifat naratif, informatif, lugas, dan cenderung resmi. Gaya bahasanya lebih mirip penulisan sejarah yang dikemas menjadi cerita agar menarik dibaca.
- Autobiografi: Bahasa yang digunakan lebih bebas, ekspresif, emosional, dan sangat bervariasi sesuai dengan karakter serta kemampuan menulis tokoh tersebut. Bahasanya bisa sangat akrab, seperti orang sedang bercerita langsung kepada kita.
C. PERSAMAAN BIOGRAFI DAN AUTOBIOGRAFI
Meskipun memiliki banyak perbedaan yang sangat mencolok, namun kedua karya ini tetap memiliki benang merah dan persamaan yang mendasar, yaitu:
1. Sama-sama Karya Nonfiksi: Baik biografi maupun autobiografi, keduanya termasuk dalam jenis karya tulis nonfiksi. Artinya, isi ceritanya berdasarkan kenyataan, fakta, dan kejadian yang benar-benar terjadi, bukan karangan, khayalan, atau rekaan penulis.
2. Isinya Mengisahkan Riwayat Hidup: Keduanya menceritakan perjalanan hidup seseorang, mulai dari kelahiran, masa pertumbuhan, pendidikan, perjuangan, karya-karya yang dihasilkan, hingga akhir hayatnya atau masa-masa terakhir yang dilaluinya.
3. Memiliki Tujuan yang Sama: Tujuan utama penulisan keduanya adalah untuk mendokumentasikan sejarah hidup seseorang, memberikan informasi, menanamkan nilai-nilai keteladanan, serta menginspirasi dan memberikan pelajaran berharga bagi pembacanya agar dapat mengambil hikmah dan semangat juang dari kisah hidup tokoh tersebut.
D. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENULISAN.
Dalam menyusun biografi maupun autobiografi, ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan sebagai penulis:
1. Keakuratan Data: Karena ini adalah karya nonfiksi, kebenaran data adalah hal utama. Dalam biografi, penulis harus teliti mencari sumber yang valid agar tidak terjadi kekeliruan fakta. Dalam autobiografi, penulis harus berusaha jujur dan objektif dalam mengingat kejadian masa lalu.
2. Pengemasan Cerita: Meskipun berisi fakta dan data, tulisan riwayat hidup tidak boleh kaku seperti daftar riwayat hidup semata. Data-data tersebut harus dirangkai menjadi alur cerita yang menarik, berurutan, dan mampu menyentuh hati pembaca, sehingga pesan dan nilai yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik.
3. Nilai yang Terkandung: Tulisan biografi maupun autobiografi yang baik bukan hanya sekadar menceritakan apa yang dialami tokoh, tetapi juga mampu menggali nilai-nilai kehidupan, semangat pantang menyerah, kejujuran, kerja keras, dan keteladanan yang ada di dalamnya.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian materi yang telah kita bahas di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan penting sebagai berikut:
1. Biografi adalah kisah riwayat hidup seseorang yang ditulis atau diceritakan oleh orang lain, menggunakan sudut pandang orang ketiga, dan disusun berdasarkan data, fakta, serta penelitian dari berbagai sumber luar. Sifat penyajiannya cenderung objektif, menonjolkan sisi sejarah, peran, dan karya tokoh di masyarakat.
2. Autobiografi adalah kisah riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh orang yang bersangkutan atau tokoh utama itu sendiri, menggunakan sudut pandang orang pertama, serta bersumber dari ingatan dan pengalaman pribadi. Isinya bersifat subjektif, sangat mendalam, dan memuat perasaan, pemikiran, serta pandangan hidup yang jujur dari dalam hati tokoh tersebut.
3. Meskipun memiliki perbedaan yang jelas dari segi penulis, sudut pandang, dan sifat isi, namun keduanya memiliki persamaan mendasar, yaitu sama-sama merupakan karya tulis nonfiksi yang berlandaskan kenyataan, serta memiliki tujuan yang sama untuk mendokumentasikan sejarah, menyajikan keteladanan, dan memberikan inspirasi serta pelajaran berharga bagi pembacanya.
4. Memahami perbedaan antara biografi dan autobiografi sangatlah penting bagi kita para penulis, agar kita dapat menempatkan bentuk tulisan yang tepat, menyajikan data yang akurat, serta menghasilkan karya yang berkualitas, bernilai sejarah, dan bermanfaat sebagai warisan pemikiran bagi lingkungan maupun generasi penerus.

Mantap
BalasHapusMenginspirasi
BalasHapusMantap resumenya l3ngkap
BalasHapus