"HARI ARAFAH:AMALAN PALING ISTIMEWA , PAHALA LUAR BIASA
Puasa Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum puasa Arafah, dan termasuk amalan mulia di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Namanya diambil dari kata tarwiyah yang berarti “berpikir, merenung, dan mempersiapkan”mengingat kisah Nabi Ibrahim AS yang merenungkan perintah Allah untuk menyembelih putranya, serta mempersiapkan segala sesuatu dalam ketaatan .
Hikmah & Maknanya
1. Melatih Ketaatan Penuh
Seperti Nabi Ibrahim yang siap melaksanakan perintah Allah tanpa ragu, puasa ini mengajarkan kita untuk patuh dan ikhlas pada perintah-Nya, meski terasa berat atau melawan keinginan diri sendiri.
2. Waktu Paling Dicintai Allah
10 hari pertama Dzulhijjah adalah waktu terbaik untuk beramal saleh. Puasa di hari ini jadi salah satu cara terdekat untuk mendekatkan diri, menggandakan pahala, dan diampuni dosa-dosa setahun yang lalu .
3. Menyucikan Hati & Diri
Rasa lapar dan haus saat berpuasa membuat hati lebih lembut, mudah tergerak, dan jauh dari sifat sombong. Kita jadi sadar bahwa kita lemah, hanya hamba yang butuh pertolongan dan rahmat Allah.
4. Melatih Kesabaran & Pengendalian Diri
Menahan lapar, haus, dan hawa nafsu melatih kita untuk tidak terburu-buru, mengendalikan emosi, dan bertindak dengan hati-hati — bekal penting dalam menjalani hidup sehari-hari.
5. Membangun Rasa Peduli
Saat merasakan sendiri rasa lapar, hati kita terbuka untuk berbagi, bersedekah, dan merasakan penderitaan orang lain. Ini semangat kurban dan berbagi yang selalu ditekankan di bulan Dzulhijjah.
6. Persiapan Menuju Hari Arafah
Puasa Tarwiyah adalah langkah awal, pemanasan, dan persiapan batin agar saat tiba di hari Arafah hati sudah siap, tenang, dan penuh harap untuk memohon ampunan dan rahmat Allah.
Intinya:
Puasa Tarwiyah bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi melatih hati untuk selalu berpikir, merenung, siap taat, dan semakin dekat kepada Sang Pencipta — agar kita bisa menjadi hamba yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih berhati lembut.
NIAT PUASA TARWIYAH
(8 Dzulhijjah)
✅ Dibaca Malam Hari (sebelum tidur):
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin sunnatan lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah esok hari karena Allah Ta’ala.”
✅ Dibaca Pagi Hari (sebelum waktu Zuhur):
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hādzal yaumi sunnatan lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari ini karena Allah Ta’ala.”
PUASA ARAFAH (9 DZULHIJJAH)
Puasa sunnah yang dikerjakan tanggal 9 Dzulhijjah — hari saat jamaah haji wukuf di Padang Arafah. Disunahkan bagi yang tidak berhaji, dan pahalanya luar biasa besar KEUTAMAAN UTAMA
Dari Rasulullah ﷺ:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah diampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
✅ Dosa kecil dihapus 2 tahun penuh
✅ Hari paling mustajab berdoa, doa paling dikabulkan
✅ Hari saat agama Islam disempurnakan
✅ Mendapat perlindungan dari api neraka
NIAT PUASA ARAFAH
Malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumi ‘arafata lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah Ta’ala.”
Pagi hari (sebelum Zuhur):
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnati yaumi ‘arafata lillāhi ta‘ālā
DOA HARI ARAFAH YANG PALING SERING DIBACA NABI ﷺ
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā sharīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
HIKMAHNYA
1. Bersihkan diri – Dihapus dosa, hati jadi bersih & ringan
2. Siap sambut Idul Adha – Hati suci, siap berkurban & berbagi
3. Merasa lemah & butuh Tuhan – Melatih ikhlas & tawakal
4. Satu tujuan – Seperti jamaah haji, kita juga fokus beribadah & berdoa
5. Bersyukur & berbagi – Rasa lapar bikin kita peduli sama yang kurang mampu
Sumber :Al-Umm :Imam Syafi'i

Terima kasih artikel ini dan sangat penting
BalasHapus