Tabbayun di Era Media Sosial
Saat berjalan di suatu tempat, "Tiba-tiba ada yang berteriak, " Maliiiiing. Dan banyak sekali orang sekeliling kita menghakimi, tanpa mengkonfirmasi apa yang terjadi.
Mari membaca bersama-sekelilingmu menghakimi kalian, tanpa ada konfirmasi sebelumnya.Padahal, kalian tidak menjadi pelakunya. Kalau kejadian tersebut menimpamu, Bagaimana perasaanmu?Peristiwa diatas,bisa saja terjadi di dunia media sosial kalian.Walaupun
sudah menggunakan smartphone dengan teknologi yang canggih, di media sosial seringkali bersifat reaktif tanpa melakukan penyaringan dan konfirmasi. Dalam bahasa agama Islam, saat mendapatkan informasi dari media sosial, seringkali sengaja atau tidak, langsung diforward ke berbagai grup, tanpa ditashih dan tabayun terlebih dahulu.
Sekarang ini, dengan kecanggihan teknologi, dalam hitungan detik,
sebuah informasi akan cepat menyebar ke seluruh dunia. Padahal dalam ajaran Islam diajarkan untuk: tabayyun terlebih dahulu, jangan menggunjing, jangan mencari-cari kesalahan orang lain, jangan mempermalukan orang lain di depan umum, jangan bersikap kasar, Q.S. An-Nür/24:11-13 dibawah ini!Seiring perkembangan teknologi, dan internet,
setiap manusia ke dalam sebuah dunia baru, dunia digital tanpa batas.Internet dapat menghubungkan berbagai belahan dunia yang tidak kenal sebelumnya dengan cara mengoneksikan komputer/HP dengan jaringan internet. Saat berinteraksi dengan pengguna internet di dalam jaringan, naluri manusia sebagai makhluk sosial muncul. Hal ini yang menjadi dasar munculnya media online (termasuk media sosial) yang mampu mewadahi para pengguna internet di seluruh dunia.
Medsos sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Dari bangun tidur sampai mau tidur, medsos berada dalam genggaman. Medsos mempunyai dampak positif dan negatif. Di antara manfaatnya adalah memudahkan dalam berkomunikasi, bersilaturahmi, dan kemudahan mendapatkan informasi. Selain itu medsos juga bermanfaat untuk media belajar dan bisnis.
Di sisi lain, medsos juga dapat berdampak negatif bagi penggunanya.
Seperti hoaks, ujaran kebencian, perkelahian, pornograf, radikalisme, terorisme, dan lain-lain.
Etiket, pola perilaku yang ditiru dari orang-orang yang dianggap sebagai model. Secara istilah adab adalah kebiasaan dan aturan tingkah laku praktis yang mempunyai muatan nilai baik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sedangkan media sosial yakni media berbasis Internet yang memungkinkan pengguna berkesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dan mempresentasikan dirinya dengan khalayak luas maupun terbatas yang dapat mendorong persepsi interaksi dengan orang lain. (Hendra A.Setyawan, 2017). Lebih lanjut ia menyatakan bahwa media sosial merupakan konten online yang dibuat dengan teknologi penerbitan yang sangat mudah diakses dan terukur.
Kemajuan tekonologi sekarang berdampak pada cara komunikasi seseorang, berbagi berita, mencari informasi, gaya belajar, dan konten. Jenis media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah facebook, instagram, twitter, telegram, whatsapp, kaskus, dan lain-lain.
Dari penjelasan tersebut, maksud adab menggunakan media sosial
adalah suatu sikap dan perilaku yang harus dikedepankan ketika berinteraksi dengan orang lain ketika menggunakan media sosial.Dasar Naqli Meskipun, zaman Nabi Muhammad Saw. belum ada media sosial, tetapi rambu-rambu dalam berinteraksinya diajarkan dalam Al-Qur'an dan Hadis.Di antara dalil naqli tentang menggunakan media sosial terdapat dalam Q.S.Al-Hujurat/49: 6
Yang artinya:Wahai orang-orang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu, membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kalian tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. (Q.S.Al-Hjurat/48:6)
Dari ayat diatas dapat diketahui bahwa ketika menerima sebuah informasi termasuk di dalamnya mendapatkan informasi dari media sosial, maka perlu dicek kebenaran informasi yang kalian terima. Pengecekan informasi tersebut bisa menanyakan kepemberi informasiataumengecek ke sumber-sumber resmi yang bisa dipertanggungiawabkan. Apabila kalian mendapatkan informasi
tanpa diteliti kebenarannya, seperti yang dijelaskan Q.S. Al-Hujurat/49:6 agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohannya yang akhirnya kalian akan menyesali perbuatan yang telah dilakukan.
Hal yang harus diperhatikan dalam bermedia sosial :
1.Niat Baik
Dalam agama Islam, kedudukan niat sangatlah penting, tidak hanya karena merupakan rukun dari suatuibadah, tetapi niat akan membimbing kesadaran dan sikap seorang muslim dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Bahkan dengan nilai suatu perbuatan akan ditentukan sesuai dengan niatnya. Seperti dalam sebuah hadist yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, yang berbunyi yang artinya:
Dari Umar bin khatab ra,dia berkata rasulullah berkata :sesungguhnya amal perbuatan ditentukan dengan niatnya. Sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai dengan niatnya. Siapa yang hijrah dengan niat kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya kepada Allah dan rasulnya Dan siapa yang hirah dengan niat memperoleh dunia atau menikahi seorang perempuan, maka hirahnya sesuai dengan yang ia niatkan. (H.R. Muslim).
Imam al Nawawi menjelaskan maksud hadis di atas adalah amal perbuatan dinilai sesuai dengan niatnya. Dalam hadits tersebut dicontohkan
bahwa seseorang yang hijrah dengan niat karena Allah dan Rasulullah, pahala dari hijrah itu akan didapatkannya kelak di akhirat. Apabila ada yang berniat hijrah untuk mendapatkan harta atau perempuan, maka ia hanya akan memperoleh balasan duniawi sesuai yang dia niatkan. Karenanya dalam bermedia sosial diniatkan lillähi ta'äla. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al-An’am/6:162-163.
2.Memilih teman yang baik
Dalam bermedia sosial,tentunya kita akan bertemu dan berinteraksi banyak orang dari berbagai negara. Pilihlah teman di media sosial yang baik untuk menambah silaturrahim, saling berbagi informasi yang baik, dan saling mengingatkan untuk melakukan perbuatan positif. Apabila ada teman di media sosial mengajak ke hal yang bertentangan ajaran agama dan norma sosial, maka kalian harus berani mengatakan TIDAK. Banyak kasus dalam pertemanan di media sosial, terjerumus ke perbuatan yang dilarang agama dan hukum yang berlaku di Indonesia.
3.Meneliti fakta atau kebenaran informasi yang diterima.
Dalam berinteksi di media sosial,kalian pasti pernah menerima informasi dari teman, baik berupa teks/tulisan, foto atau video. Terkadang setelah menerima informasi tersebut, kalian ingin mengirim kembali informasi tersebut ke berbagai grup lain. Sebelum mengirim, teliti kebenaran beritanya.
Meneliti kebenaran berita yang didapat dari media sosial merupakan hal yang paling utama. Saring sebelum sharing ke media sosial. Kebenaran ini akan menjadikan apa yang kalian sampaikan di medsos bisa dipertanggungjawabkan baik di dunia dan akhirat.
4.Menyampaikan informasi tanpa rekayasa atau manipulasi dan mereka saya.
Berita bohong atau hoax biasa dimulai dari mengedit, merekayasa dan memanipulasi informasi yang ada di dalam sebuah berita.Padahal hal ini dilarang dalam Islam. Maka sebagai muslim yang baik, hendaknya tidak
“Jauhilah olehmu perkataan-perkataan dusta.”
5. Mengajak kepada kebaikan
Media sosial tidak hanya media untuk bersilaturrahmi dengan berbagai kalangan. Tetapi juga dapat dijadikan sebagai media mengajak kepada kebaikan secara lebih luas.
dengan cara yang baik.
6.Menyampaikan informasi dan memberikan komentar sebaiknya dengan cara yang baik.
Dalam menggunakan media sosial, seringkali kalian menyampaikan informasi. Sampaikan informasi di media sosial kalian dengan cara yang baik. Begitu juga saat memberikan komentar teman kalian, sampaikan dengan cara yang baik pula. menggunakan media sosial, seringkali kalian menyampaikan informasi. Sampaikan informasi di media sosial kalian dengan cara yang baik. Begitu juga saat memberikan komentar teman kalian, sampaikan dengan cara yang baik pula.
7.Dalam menggunakan media sosial, hindarilah bahasa yang
menyinggung atau menyakiti atau menghina orang lain.Menggunakan media sosial dengan bahasa yang menyinggungataumenyakiti atau mencaci-maki, atau menghina orang lain dapat menumbuhkan kebencian dan pertikaian dengan orang lain. Dengan kata lain segala bentuk perbuatan buruk harus dihindari dalam berinteraksi baik di dunia nyata ataupun di media sosial, seperti: menghasut, ujaran kebencian, menyebarkan berita bohong, dan acuh-tak acuh.
8.Bersikap Baik
Muslim yang baik tentu mereka yang bijak dalam menggunakan media sosial. Caranya dengan mengedepankan logika dan perasaan ketika berbagi nasihat yang baik ataupun status di medsos. Bijak dalam bermedsos berarti memahami bahwa setiap orang yang menjalin pertemanan di medsos, memiliki latar belakang yang berbeda. Mereka memiliki karakter, pengetahuan, wawasan serta pola pikir yang berbeda-beda, sehingga ketika mengirim informasi ke media sosial harus lebih berhati-hati agar tidak ada yang tersinggung. Tidak hanya itu, termasuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial adalah kalian dapat menjauhkan diri dari segala hal yang tidak bermanfaat.
9.Dapat mengambil hikmah dan kebaikan.
yang ada di media sosial, tidak seluruhnya baik, dan tidak seluruhnya buruk. Dengan kata lain ada yang buruk dan ada yang baik. Pada penjelasan sebelumnya, kalian sebagai muslim diajarkan untuk bisa meninggalkan hal-hal buruk yang tidak memberikan manfaat. Selain itu, karena media sosial juga mengandung banyak kebaikan dan hal-hal positif bagi umat muslim, maka kalian harus selalu bisa mengambil manfaat dan kebaikan dari media sosial.
Bagaimana menerapkan sikap, dalam bermedia sosial. Yang harus kamu perhatikan, adalah:
beberapa hal yang dapat diterapkankan dalam menggunakan media sosial agar tetap nyaman, yaitu.
a) Dalam berinteraksi di media sosial, saling menghormati dan menghargai antaranggota grup atau netizen. Gunakan bahasa yang santun, tidak menyinggung perasaan anggota dalam media sosial;
b)Menghindari update status atau meng-upload berita berburuk sangka (su’udzan), mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), dan menggunjing orang lain (ghibah)
Artinya:“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Hujurãt/49: 12).
c. Gunakan media sosial yang sehat dengan mengupload informasi di grup yang bermanfaat bagi anggota.
d. Hindarkan isi status atau komentar yang menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Selain itu jangan ada muatan radikalisme, intoleransi, kekerasan, dan terorisme.
d. Apabila dalam interaksi di media sosial ada perbedaan pendapat, anggota
grup harus saling menghormati. Utamakan persatuan. Jangan sampai perbedaan pendapat di grup berdampak pada hubungan secara langsung maupun tidak langsung;
e.Tidak memproduksi dan menyebarkan berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hatespeech)di media sosial.
Hikmah Adab Bermedia Sosial
Adapun hikmah bermedia sosial antara lain:
dalam bermedia sosial, yaitu:
a) Terhindar dari berita hoax;
b) Mendapatkan kepercayaan dari orang lain:
c) Orang lain merasa nyaman ketika melakukan silaturahmi di media sosial;

Terima aksih bunda
BalasHapus