Perkelahian sang Dewa(legenda terbentuknya pulau Kalimantan)

 Dewa wilayah atas merasa cemburu, melihat keadaan manusia dan hewan. Manusia dan hewan di sana,hidup aman dan bahagia. Dewa wilayah atas bergumam, "kenapa aku harus sejajar dengan para manusia dan para binatang itu. Harusnya aku punya rumah yang lebih tinggi dari mereka. 

Kalau begitu aku harus membangun sebuah rumah yang tinggi. Sang dewa mencari penyelesaian masalahnya berminggu-minggu lamanya. Dewa berpikir keras. Dewa tidak mau sejajar dengan manusia dan hewan. 

Sang Dewa amatlah kesal,dan berkata,"mengapa mereka harus di dalam rumah yang sama tingginya dengan tubuhku. Seharusnya aku lebih tinggi dari mereka, aku harus tinggal di atas mereka. 

Dewa mulai mencari tempat untuk membuat rumah, agar rumahnya bisa lebih tinggi, dari rumah manusia dan hewan. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun Dewa memendam kekesalannya, hingga membuat wajah Sang Dewa menjadi jelek.  

Muncul ide dibenaknya. Dia harus membangun sebuah gunung. Gunung membuatnya tinggal ditempat yang lebih tinggi daripada manusia biasa.Namun, gunung'seperti apa? Gunung dari apakah yang harus la buat? Dia berpikir dan mengamati bebatuan, tanah, rerumputan, semak belukar, dan pohon yang besar. Namun dari semua itu, tidak ada yang cukup mulia untuk membangun gunung dan rumahnya.

 Sang Dewa melihat emas. Emas yang berkilau dan bercahaya. Emas juga amatlah indah dan mulia. Emas juga dipercaya sebagai benda yang amat berharga oleh rakyat sekitar. Tentu saja, sebuah gunung emas amatlah mulia untuk rumahnya. Kemudian, Sang Dewa pun menyulap semua emas yang ada di muka bumi dan membentuknya menjadi gunung yang menjulang tinggi, lebih berkilau di pagi hari dibandingkan dengan cahaya matahari itu sendiri.

 Manusia amat terkesima, mereka menyanyikan kidung dan pujian serta tunduk kepada sang Dewa. Hal ini amat dihargai dan dianggap sebagai pujian yang amat hangat oleh Dewa wilayah atas.

Di puncak gunung tersebut Sang Dewa membangun sebuah rumah yang memancarkan cahaya yang amatlah terang yang amatlah menusuk mata meskipun gunung emas tidak bersinar. Keindahan cahaya rumah Sang Dewa membuat matahari dan bulan pucat dalam ketakutan.

Melihat manusia selalu mengagungkan Sang dewa wilayah atas, muncullah rasa cemburu Sang Dewa di wilayah bawah. Dewa wilayah bawah kesal, melihat Sang dewa wilayah atas dipuji dan diagung-agungkan. 


Dewa wilayah bawah mengamati bebatuan, emas, dan semua benda di sekitar,. Dewa wilayah bawah berpikir, akan membuat rumah yang lebih tinggi lagi dari dewa wilayah atas. 

Dewa wilayah bawahpun mulai membangun rumahnya, lebih tinggi dari awan, lebih megah dari rumah dewa wilayah atas. Rumahpun dibangun dengan sempurna,enak dipandang mata, namun tidak berkilauan seperti rumah gunung emas milik dewa wilayah atas. 

Para manusia mentertawakan dewa wilayah bawah. Manusia meremehkan dewa wilayah bawah. Rumahnya megah tapi tak bercahaya, tak berkilauan,"ucap salah satu dari mereka. Merekapun tertawa terbahak-bahak. 

Dewa wilayah bawah marah mendengar ucapan para manusia, wajahnya merah, matanya menyala seperti lahar api yang panas, sang dewa menjadi kesal dan naik darah, mendengar ocehan manusia. Dia merasa, membangun gunung menjulang tinggi tidaklah cukup. Maka dewa wilayah bawah kembali berpikir keras. Dia harus membangun yang lebih megah dan mewah dari dewa wilayah atas. 

Dewapun bergumam dalam hati, "hmmm," Aku harus membuat gunung yang paling megah daripada dewa wilayah atas. Dalam kemarahannya Dewa wilayah bawah mengambil beberapa bebatuan, dia menghancurkan baru tersebut dengan kedua tangannya. 

Ketika ia membuka tangannya, bebatuan itu berubah menjadi batu-batu mulia, seperti Jamrud, Delima merah, shafir dan tembaga. Namun Sang dewa masih belum puas, dengan kemarahannya dia menyemburkan api dan es ke arah bebatuan tersebut, dan berubahlah bebatuan berkilauan yang sangat indah dan mempesona. 

Sang Dewa mengangkat bebatuan tersebut dan meletakkan bebatuan itu di permukaan gunung. Kemudian Sang dewa dengan penuh ambisi, menggali dan terus menggali, menghancurkan bebatuan dengan api dan es, hingga menutup seluruh gunung miliknya dari atas sampai bawah, oleh bebatuan yang indah dan berkilauan. 

Para manusiapun menyorakinya, mengaguminya, dan memujanya. Mereka mulai tunduk kepada Dewa wilayah bawah. Mereka menyembah dewa wilayah bawah. 

Dewa wilayah ataspun marah menyaksikan semuanya,Kedua Dewapun့saling bertengkar, mereka saling,meneriakkan hinaan melewati tanah landai diantara kedua gunung milik mereka. Petir Menyambar dan pepohonan berjatuhan. Kedua Gunung menjadi semakin landai dan landai, mereka saling menghantam mencoba merubuhkan gunung satu dengan yang lain.

 Kedua gunung meledak dalam erupsi api lahar yang menutupi langit dengan debu asap dan awan. Lahar mengalir deras melalui puing-puing gunung yang tersisa.Aliran lahar tersebut kemudian membentuk Pulau Kalimantan. Namun emas dan bebatuan berharga terbang tinggi ditiup kemanapun angin berhembus dan terbawa ke langit surga. Bebatuan berharga tersebut jatuh bagaikan hujan tertanam dalam di perut bumi. Bebatuan tersebut menanti hingga manusia pada generasi ke 1000 menggali dan menemukan mereka

Kalimantan berarti Sungai yang Banyak Intannya. Dan para penduduk lokal percaya, apabila engkau pernah meminum air Kalimantan, suatu saat engkau akan menemukan jalan kembali ke Kalimantan.Karena Kalimantan banyak emas, intan dan batu bara, masyarakat Kalimantan menjadi makmur. Demikian asal usul pulau borneo pulau intan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

GALI POTENSI UKIR PRESTASI

Sebelum tulisan dipublikasikan kita proofreading,